Pemilihan Presiden Dan Wakilnya


Kita akan pemilihan presiden bulan Juli 2014 mendatang. Kita memilih seorang yang pantas merepresentasikan Indonesia di mata dunia. Seseorang yang mengepalai Indonesia dan pemerintahannya. Seseorang yang bisa menjalin kerjasama dengan negeri asing demi kemajuan bangsa Indonesia.

Nah, sebagai warga negara Indonesia yang menganut paham demokrasi, suara rakyat menentukan orang yang berhak duduk di posisi penting tersebut. Kita tentunya perlu jeli memilih siapa yang akan mewakili kita. Pria atau wanita yang bisa memberikan keputusan bijak untuk kondisi Indonesia tanpa melanggar undang-undang dasar. Untuk detail tugas-tugas presiden dan paham demokrasi, kita bisa mencari informasi mengenai layar internet kita.

Kriteria calon presiden dan wakil presiden yang kita semestinya memilih adalah:
1. Mereka adalah pribadi yang takut akan Tuhan. Mereka adalah orang yang mengetahui hukum-hukum Tuhan. Jadi tidak ada pribadi yang korupsi, penipu, pencuri uang rakyat, pembunuh dan lain-lain. Tidak ada orang pemerintahan yang bukan ditunjuk Tuhan. Jadi mereka harus berani bertanggung jawab sama Tuhan.

2. Mereka adalah orang yang mencintai rakyat Indonesia. Karena mereka mencintai rakyat Indonesia. Maka seorang pemimpin Indonesia yang takut akan Tuhan mengetahui mereka dipercayakan rakyat Indonesia. Mereka memperkaya, menjaga, menopang dan memastikan kesejahteraan bangsanya.

3. Mereka adalah orang yang mengerti nilai-nilai yang dianut bangsa Indonesia sejak tahun 1945. Apakah yang dibenak pemimpin Indonesia ketika merumuskan Pancasila? Kenapa mereka menciptakan istilah Bhinneka Tunggal Ika? Apa calon presiden dan wakil presiden memahami Undang-Undang Dasar yang kita diminta hafal ketika masih kecil? Pancasila dan UUD bukan peraturan yang bisa diganti. Ini adalah intisari bangsa Indonesia sendiri.

4. Mereka memiliki karakter. Kasih, sukacita, pecinta damai, sabar, murah hati, peduli orang lain, setia, lemah lembut (bukan lemah gemulai) dan penguasaan diri. Aku yakin tidak ada orang yang membenci orang seperti itu ya. Karakter ini hanya bisa dinilai jauh sebelum kampanye. Bukan waktu kampanye - masa mengiklankan diri.

5. Mereka memilih rencana ke depan yang jelas. Mereka memikirkan visi dan misi untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. Kita perlu tahu program-program yang mereka tawarkan. Dan langkah-langkah praktis mereka supaya visi dan misi tercapai.

6. Mereka adalah pemain tim. Tetapi bukan bekerjasama demi kepentingan tim. Kita perlu fakta dan hikmat kinerja orang-orang yang mendukung mereka. Apakah mereka adalah orang yang layak dipercaya? Dan kalau terbukti mereka berbuat kesalahan, sebagai pemimpin dari tim, apakah mengambil keputusan tegas untuk memecat?

7. Mereka memiliki nama baik. Nama baik lebih berharga dari emas dan perak. Hati-hati dengan kampanye hitam yang kadang-kadang menghembuskan isu-isu yang tidak ada faktanya. Atau isu-isu yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Kita perlu fakta dan pengetahuan, apakah alasan dibalik sebuah tindakan?

Kita, rakyat Indonesia yang pintar. Dari dalam hati kita yang terdalam, kita merindukan sosok yang bisa memimpin negara ini dengan benar. Kita juga tahu, kalau manusia tidak gampang berubah. Untuk melihat anggota keluarga kita berubah saja, kita kadang hanya bisa berdoa atau lebih buruknya lagi, pasrah.

Calon presiden dan wakil presiden kita tidak ada yang sempurna. Tetapi kita mau yang terbaik. Jadi mari kita memilih dengan penuh hikmat.

Jendelaku ^^


Kamarku memiliki banyak jendela.
Jendela pertama aku melihat Tuhan sedang menatap dunia dengan tatapan penuh kasih. 
Di jendela kedua, beberapa bapak dan ibu asyik membangun dunia baru. 
Binatang-binatang berlari-lari penuh keceriaan menjadi pemandangan jendela ketiga. 
Sebuah keluarga yang sedang bersenda gurau di tengah perapian terlihat di jendela keempat
Di sudut jendela kelima, tampak kekerasan yang membuat hatiku tercabik-cabik.
"Aku mencapainya," seru seorang pembisnis di jendela keenam.
Pada jendela ketujuh, aku melihat sebuah komunitas yang saling membangun dan menguatkan.

Masih banyak jendela lagi yang tidak kuceritakan. Namun masih banyak pula jendela yang hanya ada kekosongan di dalamnya. Aku perlu mengisi jendela itu dengan sebuah gambaran, yang membuatku terpacu lagi.

"A house without books is like a room without windows." - Horace Mann

Choco dan Serangan Loop

4:06 AM by -Julie- 0 comments

Bagi yang suka anjing, kita pasti tahu yang namanya Loop atau bahasa Inggrisnya, Heat Cycle.  Ini adalah siklus yang dinanti-nantikan bagi yang ingin menambah keturunan anjing kesayangan. Atau siklus yang membuat jantung berdebar-debar bagi penghuni kost. Kenapa? Di kost tidak boleh memelihara anjing. Hiks.

Dengan kuasa internet dan Mr. Google, kita sudah tahu kalau anjing betina mengalami loops setahun dua kali. Pada masa ini, anjing betina akan mengeluarkan darah yang menarik perhatian anjing jantan untuk mendekatinya. Alias musim kawin. Awalnya, kita, penghuni kost tenang-tenang saja. Karena Choco bukanlah anjing yang suka bergaul. Biasanya, dia akan menggeram setiap kali didekatin anjing. Termasuk anak anjing.


Namun insting alami seekor anjing yang loop dan pernah kawin itu beda sekali. Choco yang biasanya kalem dan pasif itu, menjadi anjing aktif untuk minta dikawinin. Dia mencari pasangannya loh. Bukan didatangin saja. Kita sudah berusaha menggunakan berbagai cara supaya dia tidak keluyuran mencari pasangan.

Upaya Pertama.
Pot Pohon. Kita menaruh dia di dalam pot pohon. Dia tenang saja dimasukin. Tetapi begitu anjing jantannya datang, dia menangis. Dengan kekuatan Choco dan pasangannya, mereka bisa menggulingkan pot. Dan Choco pun keluar. Bahkan pot pohon kita taruh dalam keadaan terbalik pun, mereka bisa membukanya. Alhasil, Choco pun hamil untuk pertama kalinya di kost. T_T

Upaya Kedua.
Kandang anjing. Ini adalah kandang untuk anjing kecil yang direncanakan untuk menampung anak-anak Choco. Sayangnya, anak-anaknya diambil semua.  Sejak itu, Choco-lah penghuninya kandang pagar hijau. Dan menurutmu, apakah kandang berhasil mencegah Choco kawin lari? Tidak. Pagi hari, kandang sudah diambrukin mereka berdua.

Upaya Ketiga.
Taman Gantung. Akhirnya kita memutuskan menaruh Choco di taman gantung alias lantai atas di kostan. Selama beberapa waktu, anjing jantan mengapel ke rumah Choco. Karena kekasihnya tidak di tempat, akhirnya dia pun pulang ke rumah tuannya. Ini terjadi beberapa hari. Meskipun, kelihatannya kita kebobolan lagi karena Choco sudah hamil.

Fiuh. Berbeda banget ya dengan kita manusia. Manusia bisa memilih tindakan untuk mengatur kehidupan mereka sendiri. Jadi sebagai manusia yang bisa manage diri sendiri. Dan menguasai emosi kita di berbagai keadaan. Selain itu, kita juga membantu para hewan ini. Misalkan dengan upaya-upaya di atas. *Nice try ya know*