30 Fakta Mengenai Madison Chocolatte



1. Nama lengkap: Madison Chocolatte
2. Nama Mandarin: Choco Lee
3. Nama Jawa: Choko-wi
4. Panggilan: Choco atau Cho
5. Jenis: Mixed Breed / Country Dog a.k.a Anjing kampung

6. Choco mengikuti temanku pulang ke kost pada tanggal 26 Mei 2012 pukul 11 malam
7. Awalnya Choco mau diberi nama Barbie.
8. Kita memilih nama Chocolatte karena bulunya berwarna coklat dan putih. Juga karena aku bercita-cita memiliki dua ekor anjing dengan nama “Chocolate” dan “Milk”

9. Madison ditambahkan ke Chocolatte karena namanya yang tidak menunjukkan jenis kelaminnya
10. Kata dokter, umurnya 4 hingga 5 tahun. Kalau dimanusiakan berarti umurnya sudah 32 tahun. Lebih tua dibanding aku :D



11. Kita sempat mengira dia korban kecelakaan karena kaki depannya yang patah. Lagi-lagi kata dokter, kakinya itu cacat bawaan.
12. Tempat tinggal pertamanya adalah keranjang yang ditatakin selimut.
13. Karakter: melankolis, manja dan penakut

14. Makanan favorit: Ikan (rebus dan goreng) dan tulang ayam. Karena Choco itu pemilih dan teman-teman kost itu tight budget, dia sering diberi makan seadanya. Jadi Choco gak mau makan. Datanglah kucing dan burung mengambil makanannya. Dia pun teriak-teriak.
15. “Kucingnya lucu.” kata seorang anak kecil saat Choco lagi diajak jalan. Dan kejadian seperti ini terjadi beberapa kali. Jadi Cho, kamu itu anjing atau kucing?

16. Choco lebih suka buang air kecil maupun besar di luar rumah.
17. Tidak suka dengan anak-anak kecil, motor dan petir
18. Choco selalu bersedia difoto. Cocok dijadikan foto model.

Menjadi Model Iklan Hit

19. Choco suka tidur di ubin. Tetapi karena dia sempat pilek dan dokter tidak mau memberi vaksin ketika anjing sakit. Kita masukkan dia ke klinik yang adalah gentong. Gentong itu selain menjadi klinik juga menjadi penjara buat Choco.
20. Dia senang naik bajaj dan mobil. Dia suka diajak jalan-jalan.


21. Nyaris di ambang kematian gara-gara Distemper. Di masa suram itu, satu kost belajar menyuntik. Dan dia senang sekali disuntik.
22. Choco suka mengamati teman-teman manusianya lagi ngobrol. Dia akan mendekat ke kita seperti mau nimbrung.
23. Setiap kali kita makan, Choco pasti mendekat. Dia akan mengendus bau makanan di mulut kita.

24. Goyangan ekor dan gonggongan manja yang khas ketika kita pulang ke rumah. Aduh senangnya, ada yang menyambut dengan sukacita.
25. Kita mendoakan dia bisa menghasilkan uang. Jadi dia tidak menambah beban biaya masing-masing anak kost. Kalau ada topeng monyet, bisa donk ya topeng anjing.
26. Pertama kali dia datang bulan, kita panik!!!

Tebak! Benda apa saja yang menempel di tubuh Choco?

27. Choco suka mandi dengan air hangat. Makanya dia selalu dimandiin siang-siang.
28. Berat badan Choco naik 0,7 kg setiap kali dia dibawa ke dokter. Akhirnya ibu kost memberikan dog food yang Choco tidak suka. Kamu harus bersyukur Cho, masih mendapatkan makanan.

29. Choco menangis ketika disuruh keluar rumah.
30. Teman-teman kost sering membuat cerita mengenai Choco. Kisah kedatangan Choco, kisah kawin larinya Cho dengan Mopy, kisah Choco diusir dari rumah, dan berbagai kisah lainnya yang belum dibukukan. Tertarik?

Begitulah kisah seputar Choco. Sebenarnya masih banyak lagi fakta mengenai Choco. Tetapi karena menyangkut nama orang-orang beken. Aku tutup mulut saja. Ingin mengenal Choco lebih lanjut? Tidak ada hotline-nya saudara-saudara. Daaaah!


Serunya naik Kopaja


Sebagai penduduk Jakarta, kita pasti tidak pernah luput dari tindakan makhluk yang satu ini. Dia dikenal sebagai biang kemacetan. Dia bisa berhenti dimana saja. Di halte maupun di pinggir jalan. Kadang mereka berhenti karena ada penumpang yang turun. Tetapi sering juga dia berhenti lama sekali untuk mencari penumpang alias "Ngetem".

Penumpang Kopaja memiliki ceritanya sendiri mengenai makhluk liar. Salah satu pelanggannya aku.
Pertama, naik Kopaja serasa Roller Coaster. Hanya dengan membayar 2000 perak dan naik bis jam 9 malam ke atas, kita bisa merasakan sensasi "Hidupku hanya di tangan Tuhan." Tidak ada seatbelt dan yep, dia bisa ngerem mendadak. Seru kan.

Kedua, penumpang bagi Kopaja adalah ikan Sarden. "Ke tengah lagi mba. Kasian penumpangnya gak bisa pulang." teriak keneknya. Yang sudah di dalam bus ingin teriak balik, "Woi, dah penuh. Udara sumpek dan kaki dan pegel nih." Kalau kita beruntung, tidak ada gas beracun disemprotkan yang bikin suasana tambah runyam. Siap-siap bawa tissue atau masker.

Ketiga, Kopaja tidak melindungi kita dari ancaman pengamen bersuara fals atau siapapun yang minta duit. "Bapa Ibu kami hanya datang untuk meminta 1000 - 2000. Dibanding kami mencuri, merampok di jalanan bapak ibu yah ..." Deg. Deg. Deg.

Keempat, hujan turun, tetesan air hujan pun masuk ke bis. Penumpang celingak celinguk, "airnya masuk dari mana sih?" Kalau airnya banyak, pindah bangku deh kalau ada. Perlu aku buka payung Pak?

Kelima, "pindah ke mobil belakang ya!". "Gimana kalau bapak saja yang pindah, aku yang nyetir bisnya?"

Keenam, kebiasaan ngetemnya itu loh, perjalanan 20 menit bisa menjadi 1 jam. Berkat macet dan ngetem.

Ketujuh, lagi-lagi nyawa di tangan Tuhan. Bis tidak mau berhenti ketika penumpang mau turun. Beberapa orang telah menjadi korban. Ntah korban "nyaris celaka" atau "sudah celaka"

Walaupun Kopaja jelek-jelek begitu yah, ada kok sisi baiknya. Kita bisa mendengar pengamen yang suaranya bagus. Ada yang membacakan puisi dengan penuh gelora. Kadang kita bisa belanja juga. Variatif loh dagangannya: permen, tissue, pulpen, karet, kain lap, gorengan, kacang, tong sampah, puzzle, kamus, senter, dan lain-lain. Mini market berjalan lah.

Yang belum pernah ngalamin dan pengen rasain serunya naik Kopaja, bareng aku saja. Hanya 2000 perak saja kok. Yuk. Yuk.