Kondisi cuaca di Jakarta semakin lama semakin memburuk. Beberapa jam yang lalu, matahari menyengat kulitku yang mulus. Beberapa jam kemudian, kulitku dimandikan dengan air kotor. Di saat-saat seperti ini, kondisi kesehatan menurun dan penyakit menyelinap masuk ke dalam tubuhku.
Kepala sakit, mata sakit, kaki terasa dingin dan perut kelaparan.
Semua kondisi gak enak itu, membuatku tidak bisa tidur. Dengan berat hati, aku pun melangkahkan kaki ke depan lemari es, dan mengambil sebutir telur. Aku lalu berjalan ke arah Rice Cooker dan menemukan nasi yang masih hangat. Selesai masak dan makan, satu dari empat kondisi di atas sudah terselamatkan.
Ke-tiga kondisi lainnya, aku tahu cara penyembuhannya. "Puyer Cap Bangau" adalah jawabannya! Puyer ini adalah puyer penurun demam turun temurun dari keluarga teman baikku, Erika. Sekarang, aku akan menerangkan cara mengkonsumsinya.
1. Jangan tuangkan langsung ke mulutmu. Dijamin, kamu pasti tersendak dan terbatuk-batuk. (Aku pernah mencobanya, dan rasanya menyakitkan)
2. Jangan sebarkan bubuk di sekitar kamarmu, kecuali untuk mau mengotori lantai.
3. Jangan taburkan ke badanmu. Puyer bukan bedak, tau!
4. Jangan dimasukkan ke mie instant yang sedang kamu masak.
5. Cukup tumpahkan bubuk itu di gelas berisi air putih. Aduk dengan sendok; bukan sapu, hingga merata.
6. Hiruplah, eh, minumlah bubuk tersebut.
Peringatan: Jika terasa pahit, silahkan cari air minum secepat mungkin. Apabila sakit berlanjut, sebaiknya hubungi dokter terdekat.
By the way, dulu aku minum puyer ini, keesokan harinya sembuh loh :)
Ini aku kirimkan gambar Puyer Cap Bangau.
Kepala sakit, mata sakit, kaki terasa dingin dan perut kelaparan.
Semua kondisi gak enak itu, membuatku tidak bisa tidur. Dengan berat hati, aku pun melangkahkan kaki ke depan lemari es, dan mengambil sebutir telur. Aku lalu berjalan ke arah Rice Cooker dan menemukan nasi yang masih hangat. Selesai masak dan makan, satu dari empat kondisi di atas sudah terselamatkan.
Ke-tiga kondisi lainnya, aku tahu cara penyembuhannya. "Puyer Cap Bangau" adalah jawabannya! Puyer ini adalah puyer penurun demam turun temurun dari keluarga teman baikku, Erika. Sekarang, aku akan menerangkan cara mengkonsumsinya.
1. Jangan tuangkan langsung ke mulutmu. Dijamin, kamu pasti tersendak dan terbatuk-batuk. (Aku pernah mencobanya, dan rasanya menyakitkan)
2. Jangan sebarkan bubuk di sekitar kamarmu, kecuali untuk mau mengotori lantai.
3. Jangan taburkan ke badanmu. Puyer bukan bedak, tau!
4. Jangan dimasukkan ke mie instant yang sedang kamu masak.
5. Cukup tumpahkan bubuk itu di gelas berisi air putih. Aduk dengan sendok; bukan sapu, hingga merata.
6. Hiruplah, eh, minumlah bubuk tersebut.
Peringatan: Jika terasa pahit, silahkan cari air minum secepat mungkin. Apabila sakit berlanjut, sebaiknya hubungi dokter terdekat.
By the way, dulu aku minum puyer ini, keesokan harinya sembuh loh :)
Ini aku kirimkan gambar Puyer Cap Bangau.
| Puyer Cap Bangau |
.jpg)
January 13, 2019 at 6:07 PM
Assalamualaikum