"Uncle, ayo beli anjingnya," kataku di bulan Desember tahun lalu pada teman kantorku - seseorang yang tidak berani kusebutkan namanya.
Awalnya Uncle ragu-ragu untuk membelinya. Tetapi setelah disetujui teman dekatnya, Uncle membeli seekor anak anjing, seekor Beagle bercorak putih kecoklatan. Foto pertama yang diberikan, Mario lagi mengigit taplak meja. Aku langsung ingin memeluknya. Lucu bangetttt!!!! Aku mau!!!
Apa yang kulakukan ketika ternyata Uncle mau memberikannya secara cuma-cuma?
Sebel! Aku tidak bisa memeliharanya.
Aku sebel banget sama pengurus kost-ku yang tidak mengizinkanku memelihara di kost. Kan hanya anjing kecil! Bukan Golden Retriver atau Siberian Husky yang kudemen. :(
Dengan rasa iri dan pedih, aku pun menawarkan ke teman-temanku yang pecinta anjing. Dibanding dibalikin ke petshop.
Pada masa pemindahan hak asuh Mario dari tangan Uncle ke tangan temanku itulah, aku bertemu Mario kecil. Mario, yang waktu itu berumur 2 bulan, adalah anjing yang aktif banget. Bulunya halus dan dia suka menjilat. Dia suka minta dimanja terutama sama Uncle, padahal Uncle itu galak banget ke dia. Mungkin itulah hati seekor anak anjing terhadap orang yang dianggap induknya. :p Aku mencoba menjepret Mario beberapa kali, hanya sayang sekali, kameraku kurang beken. Fotonya ga ada yang bagus.
Sekarang Mario sudah 8kg. Sesekali, aku dikirimkan foto-foto Mario di BB Group. Mario dirawat dengan baik. Vaksin: sudah lengkap. Makanan kaleng: ok. Teman main: 2 ekor Cihuahua. Tempat bermain: rumah petak dengan taman. Majikan: sayang Mario, meskipun dia mengganti namanya ke "Berto".
Mario, namamu tetap Mario di kenanganku. Bodo amat diganti-ganti namamu. Yang pasti, keturunanmu sudah kuminta satu. HOHOHO.
Awalnya Uncle ragu-ragu untuk membelinya. Tetapi setelah disetujui teman dekatnya, Uncle membeli seekor anak anjing, seekor Beagle bercorak putih kecoklatan. Foto pertama yang diberikan, Mario lagi mengigit taplak meja. Aku langsung ingin memeluknya. Lucu bangetttt!!!! Aku mau!!!
Apa yang kulakukan ketika ternyata Uncle mau memberikannya secara cuma-cuma?
Sebel! Aku tidak bisa memeliharanya.
Aku sebel banget sama pengurus kost-ku yang tidak mengizinkanku memelihara di kost. Kan hanya anjing kecil! Bukan Golden Retriver atau Siberian Husky yang kudemen. :(
Dengan rasa iri dan pedih, aku pun menawarkan ke teman-temanku yang pecinta anjing. Dibanding dibalikin ke petshop.
Pada masa pemindahan hak asuh Mario dari tangan Uncle ke tangan temanku itulah, aku bertemu Mario kecil. Mario, yang waktu itu berumur 2 bulan, adalah anjing yang aktif banget. Bulunya halus dan dia suka menjilat. Dia suka minta dimanja terutama sama Uncle, padahal Uncle itu galak banget ke dia. Mungkin itulah hati seekor anak anjing terhadap orang yang dianggap induknya. :p Aku mencoba menjepret Mario beberapa kali, hanya sayang sekali, kameraku kurang beken. Fotonya ga ada yang bagus.
Sekarang Mario sudah 8kg. Sesekali, aku dikirimkan foto-foto Mario di BB Group. Mario dirawat dengan baik. Vaksin: sudah lengkap. Makanan kaleng: ok. Teman main: 2 ekor Cihuahua. Tempat bermain: rumah petak dengan taman. Majikan: sayang Mario, meskipun dia mengganti namanya ke "Berto".
Mario, namamu tetap Mario di kenanganku. Bodo amat diganti-ganti namamu. Yang pasti, keturunanmu sudah kuminta satu. HOHOHO.
.jpg)
Post a Comment