Serunya naik Kopaja


Sebagai penduduk Jakarta, kita pasti tidak pernah luput dari tindakan makhluk yang satu ini. Dia dikenal sebagai biang kemacetan. Dia bisa berhenti dimana saja. Di halte maupun di pinggir jalan. Kadang mereka berhenti karena ada penumpang yang turun. Tetapi sering juga dia berhenti lama sekali untuk mencari penumpang alias "Ngetem".

Penumpang Kopaja memiliki ceritanya sendiri mengenai makhluk liar. Salah satu pelanggannya aku.
Pertama, naik Kopaja serasa Roller Coaster. Hanya dengan membayar 2000 perak dan naik bis jam 9 malam ke atas, kita bisa merasakan sensasi "Hidupku hanya di tangan Tuhan." Tidak ada seatbelt dan yep, dia bisa ngerem mendadak. Seru kan.

Kedua, penumpang bagi Kopaja adalah ikan Sarden. "Ke tengah lagi mba. Kasian penumpangnya gak bisa pulang." teriak keneknya. Yang sudah di dalam bus ingin teriak balik, "Woi, dah penuh. Udara sumpek dan kaki dan pegel nih." Kalau kita beruntung, tidak ada gas beracun disemprotkan yang bikin suasana tambah runyam. Siap-siap bawa tissue atau masker.

Ketiga, Kopaja tidak melindungi kita dari ancaman pengamen bersuara fals atau siapapun yang minta duit. "Bapa Ibu kami hanya datang untuk meminta 1000 - 2000. Dibanding kami mencuri, merampok di jalanan bapak ibu yah ..." Deg. Deg. Deg.

Keempat, hujan turun, tetesan air hujan pun masuk ke bis. Penumpang celingak celinguk, "airnya masuk dari mana sih?" Kalau airnya banyak, pindah bangku deh kalau ada. Perlu aku buka payung Pak?

Kelima, "pindah ke mobil belakang ya!". "Gimana kalau bapak saja yang pindah, aku yang nyetir bisnya?"

Keenam, kebiasaan ngetemnya itu loh, perjalanan 20 menit bisa menjadi 1 jam. Berkat macet dan ngetem.

Ketujuh, lagi-lagi nyawa di tangan Tuhan. Bis tidak mau berhenti ketika penumpang mau turun. Beberapa orang telah menjadi korban. Ntah korban "nyaris celaka" atau "sudah celaka"

Walaupun Kopaja jelek-jelek begitu yah, ada kok sisi baiknya. Kita bisa mendengar pengamen yang suaranya bagus. Ada yang membacakan puisi dengan penuh gelora. Kadang kita bisa belanja juga. Variatif loh dagangannya: permen, tissue, pulpen, karet, kain lap, gorengan, kacang, tong sampah, puzzle, kamus, senter, dan lain-lain. Mini market berjalan lah.

Yang belum pernah ngalamin dan pengen rasain serunya naik Kopaja, bareng aku saja. Hanya 2000 perak saja kok. Yuk. Yuk.


0 Response to "Serunya naik Kopaja"

Post a Comment