Guling and Me

Mataku nyaris terpejam, ketika sayup-sayup terdengar suara bell yang semakin lama semakin kencang. Kupeluk gulingku semakin erat. Aku tidak mau membuka pintu. Aku tidak ingin beranjak dari tempat tidur. Aku tidak ingin berpisah dengan gulingku.

"Oh gulingku," bujukku, "mari kita terbang ke alam mimpi."
Aku berharap, kamu tetap bersamaku, dalam keadaan mimpi ataupun sadar.

0 Response to "Guling and Me"

Post a Comment