Di sebuah apartemen lantai 6 di Jakarta, tinggallah keluarga Wang. Ada Papa Andri, Mama Martha, dan Peggi. Papa Andri adalah seorang manager IT. Mama Martha adalah wiraswasta yang jual baju di internet. Mereka memiliki seorang putri bernama Peggi.
Hari ini Peggi sangat senang. Dia sudah bangun jam 6 pagi. Karena hari ini adalah hari ulang tahun Peggi yang ke 5. Dan dia akan merayakan dengan teman-teman se-apartemennya. Elisa, Darren dan Mega. Tiga hari yang lalu, dengan bantuan Mama Martha, Peggi menuliskan kartu undangan ke mereka bertiga. Kartunya kecil, berwarna pink dan ada gambar kelinci di dalamnya.
Peggi menulisnya seperti ini:
Dan Peggi menuliskan hal yang sama di kartu undangan ke Darren dan Mega. Ketiga temannya berjanji untuk datang.
"Peggi ingin kado apa?" tanya Papa Andri sebelum berangkat ke kantor pagi-pagi.
Peggi menatap papanya. "Aku ingin Papa ada saat tiup lilin."
Mata papanya tampak sedih. Peggi tahu Papa Andri suka dipanggil bos untuk kerja. Peggi tidak suka bos Papa Andri. Dia suka meminta papanya ke kantor, padahal Peggi ingin main dengan papa.
Papa Andri mengelus kepala Peggi.
"Papa usahakan ya sayang." Lalu Papa Andri berangkat ke kantor.
Peggi berharap papanya akan merayakan ulang tahun bersama dia.
***
Mega, Darren dan Elisa menepati janji mereka. Mereka datang bersama mama mereka dan membawa kado. Ada sekotak crayon. Ada boneka beruang. Ada sayap peri berwarna pink. Peggi senang karena banyak yang datang. Tetapi berkali-kali dia menatap ke arah pintu. Berharap Papa Andri sudah pulang. Sayang, Papa Andri belum pulang. Wajah Peggi menjadi murung.
Mama Martha yang mendengar percakapan Peggi dan Papa Andri ikut sedih.
Mama memeluk Peggi dan berbisik di telinga Peggi. "Nanti papa pulang, kita tiup lilin lagi ya."
Peggi mengangguk.
"Jadi sekarang Peggi main sama Mega, Elisa dan Darren dulu. Masa Peggi malahan sedih waktu ulang tahun."
Peggi mengangguk mengerti. Dia menarik kedua pipinya untuk tersenyum lebar. Lalu dia bermain bersama teman-temannya sampai mereka pamit.
Papa Andri ternyata pulang saat makan malam. Dan tidak hanya itu, dia membawa kue ulang tahun dan kado Teddy Bear.
Sebelum meniupkan lilin, Mama Martha seperti biasa bertanya keinginan Peggi tahun ini. Peggi menatap Papa Andri dan Mama Martha erat-erat.
"Aku berdoa pada Tuhan supaya bos papa tidak meminta papa kerja terus. Karena Peggi dan mama mau bermain bersama papa."
Tuhan yang mendengar keinginan Peggi menjawab doa Peggi. Sebulan kemudian, Papa Andri diberkati untuk membuka usaha softwarenya sendiri. Dan Papa Andri bisa sering bermain dengan Peggi dan Mama Martha.
Hari ini Peggi sangat senang. Dia sudah bangun jam 6 pagi. Karena hari ini adalah hari ulang tahun Peggi yang ke 5. Dan dia akan merayakan dengan teman-teman se-apartemennya. Elisa, Darren dan Mega. Tiga hari yang lalu, dengan bantuan Mama Martha, Peggi menuliskan kartu undangan ke mereka bertiga. Kartunya kecil, berwarna pink dan ada gambar kelinci di dalamnya.
Peggi menulisnya seperti ini:
Hi Elisa,
Datang ke ulang tahun Peggi Sabtu jam 12 ya.
Dari,
Peggi
Dan Peggi menuliskan hal yang sama di kartu undangan ke Darren dan Mega. Ketiga temannya berjanji untuk datang.
"Peggi ingin kado apa?" tanya Papa Andri sebelum berangkat ke kantor pagi-pagi.
Peggi menatap papanya. "Aku ingin Papa ada saat tiup lilin."
Mata papanya tampak sedih. Peggi tahu Papa Andri suka dipanggil bos untuk kerja. Peggi tidak suka bos Papa Andri. Dia suka meminta papanya ke kantor, padahal Peggi ingin main dengan papa.
Papa Andri mengelus kepala Peggi.
"Papa usahakan ya sayang." Lalu Papa Andri berangkat ke kantor.
Peggi berharap papanya akan merayakan ulang tahun bersama dia.
***
Mega, Darren dan Elisa menepati janji mereka. Mereka datang bersama mama mereka dan membawa kado. Ada sekotak crayon. Ada boneka beruang. Ada sayap peri berwarna pink. Peggi senang karena banyak yang datang. Tetapi berkali-kali dia menatap ke arah pintu. Berharap Papa Andri sudah pulang. Sayang, Papa Andri belum pulang. Wajah Peggi menjadi murung.
Mama Martha yang mendengar percakapan Peggi dan Papa Andri ikut sedih.
Mama memeluk Peggi dan berbisik di telinga Peggi. "Nanti papa pulang, kita tiup lilin lagi ya."
Peggi mengangguk.
"Jadi sekarang Peggi main sama Mega, Elisa dan Darren dulu. Masa Peggi malahan sedih waktu ulang tahun."
Peggi mengangguk mengerti. Dia menarik kedua pipinya untuk tersenyum lebar. Lalu dia bermain bersama teman-temannya sampai mereka pamit.
Papa Andri ternyata pulang saat makan malam. Dan tidak hanya itu, dia membawa kue ulang tahun dan kado Teddy Bear.
Sebelum meniupkan lilin, Mama Martha seperti biasa bertanya keinginan Peggi tahun ini. Peggi menatap Papa Andri dan Mama Martha erat-erat.
"Aku berdoa pada Tuhan supaya bos papa tidak meminta papa kerja terus. Karena Peggi dan mama mau bermain bersama papa."
Tuhan yang mendengar keinginan Peggi menjawab doa Peggi. Sebulan kemudian, Papa Andri diberkati untuk membuka usaha softwarenya sendiri. Dan Papa Andri bisa sering bermain dengan Peggi dan Mama Martha.
.jpg)
Post a Comment